Kepribadian Pelatih

Teori kepribadian. Sebelum kita bicarakan gaya-gaya umum kepemimpinan, selanjutnya akan diuraikan berbagai tipe kepribadian pelatih yang khas dan yang biasanya kita kenal dalam profesi kepelatihan olahraga.
Konsep mengenai kepribadian adalah begitu luas sehingga sukar Untuk memberikan batasannya secara tepat. Secara sederhana, teori mengenai kepribadian yang mungkin bisa diajukan di sini adalah bahwa kepribadian seseorang biasanya dicerminkan oleh sifat-sifat, diri-ciri perangai, kebiasaan-kebiasaannya yang khas yang membedakannya dengan kepribadian orang lain.
Cox (1985) mengatakan bahwa batasan kepribadian yang diajukan oleh Allport pada tahun 1937 masih cukup siknifikan. Menurut Allport, kepribadian adalah VI the dynamic organization within the individual of those psychophysical systems that determine his unique adjustments to his environment”. Hollander pada tahun 1976 mengajukan batasan yang senada akan tetapi lebih sederhana, yaitu bahwa kepribadian adalah the sum total of an individual’s characteristics which make him unique”. (Cox: 1985). Gill (1986) juga mengatakan bahwa “Personality is the individual’s unique psychological makeup or “, dan kemudian mengutip pendapat Lazarus dan Monat “ the underlying, relatively stable, psychological structures and processes that organize human experience and shape a person’s actions and reactions to the environment”.
Batasan apapun yang diberikan oleh beberapa ahli lainnya, mereka umumnya mengatakan bahwa kepribadian seseorang adalah unik, khas. Setiap orang umumnya memiliki banyak sifat dan perangai. Akan tetapi hanya beberapa sifat saja yang biasanya dominan, dan yang dominan ini biasanya yang diidentifikasikan orang sebagai kepribadiannya. Seseorang yang senantiasa berubah agresif, misalnya selau membantah, bertengkar mulut, mudah marah, mengajak orang lain berkelahi, dicap sebagai orang yang mempunyai ciri kepribadian agresif.
Kepribadian dapat mempengaruhi perilaku kita. Seorang pemanah yang mempertanyakan “Apakah saya akan bisa menembak dengan baik, apakah saya akan bisa terus konsentrasi selama pertandingan nanti”, dan seorang pemanah lain yang mengatakan “Saya yakin akan bisa menembak dengan baik, akan bisa mengatasisegala stress pertandingan”, mencerminkan kepribadian yang berbeda. Dan besar kemungkinannya pula bahwa. prestasi mereka pada pertandingan yang akan datang juga akan berbeda oleh karena mereka mempunyai perasaan yang berbeda terhadap kemungkinan penampilan mereka pada pertandingan yang akan datang tersebut. Yang yakin biasanya akan lebih unggul daripada yang bimbang. Kita lihat di sini pula bahwa setiap atlet memberikan reaksi yang berbeda terhadap suatu situasi tertentu. Hal ini sesuai dengan batasan yang diberikan oleh Cattell, yaitu bahwa kepribadian adalah that which tells what a man will do when plced in a given situation”. (Llewellyn dan Blucker: 1982).
Kepribadian dibentuk dan berkembang selama hidup kita. Perkembangan kepribadian selalu dinamis, tidak statis, karena itu tidak akan pernah berhenti. Perubahan-perubahan bisa terjadi selama hayat. Beberapa sifat, perangai, kebiasaan bisa saja mendominasi kepribadian kita pada usia muda, untuk kemudian hilang pada waktu kita dewasa. Berbagai faktor yang bisa menyebabkan perubahan-perubahan tersebut adalah misalnya faktor lingkungan, faktor-faktor fisik, mental, emosional, sosial, dan inteligensi.
Amatlah penting bagi pelatih untuk memiliki kepribadian yang socially desirable and technically necery for success in athletic coaching”. (Moore: 1971). Mengapa? Oleh karena kepribadian pelatih dapat berpengaruh terhadap falsafahnya mengenai olahraga, dan selanjutnya berpengaruh pula terhadap tipe tim dan kepribadian tim yang dilatihnya, apakah timnya adalah tim yang bersemangat, yang mudah menyerah, yang berjuang “sampai titik darah yang penghabisan ‘ yang santai, den sebagainya.
Selain itu, kepribadian pelatih juga bisa ikut membentuk kepribadian atlet yang dilatihnya. Pelatih harus sadar bahwa dia bisa mempengaruhi perkembangan watak dan kepribadian atlet-atletnya, terutama atlet-atlet yang masih muda. Pengaruh ini bisa positif atau negatif, bisa memperbaiki atau merusak. Dan pengaruh ini bisa dibawa seumur hidup oleh atlet yang dipengaruhinya tersebut. Oleh karena itu adalah teramat penting bahwa seorang coach mengenal kepribadiannya sendiri, kekuatankekuatannya kelemahan-kelemahannya, motif-motifnya. keinginankeinginannya dorongan-dorongan hatinya.
Memang tidak mudah untuk betul-betul obyektif terhadap diri sendiri. Orang condong untuk menolak mengakut kelemahan-kelemannya, dan sekali pun kepada dirinya sendiri. Orang biasanya melihat dirinya sendiri sebagaimana Ia mengharapkan orang lain melihat dirinya. Pengertian (insight) mengenai masalah-masalah psikologis penting bagi seorang pelatih agar pendekatannya terhadap atletnya bisa semakin efektif.
Tipe kepribadian pelatih. Sosok pelatih telah dilukiskan oleh banyak orang dalam berbagai tipe. Ada yang dilukiskan sebagai seorang individu yang keras, tidak kenal kompromi; ada yang dilukiskan sebagai seorang model, contoh dan orang yang sportif, pembimbing, pelindung bagi atlet-atletnva ada pula yang digambarkan sebagai individu yang santai yang seolah-olah tidak mempedulikan anak asuhannya.
Kalau anda berkesempatan meneliti di T.C. di Senayan, anda akan bisa menemukan variasi dan berbagai ragam tipe kepnibadian pelatih kita, dari yang “galak” sampai yang lembut.
Beberapa penulis buku dan peneliti telah mencoba untuk mengklasifikasikan berbagai tipe pelatih sesuai dengan perangai dan temperamen yang mereka pancarkan. Tutko dan Richards (1975). dua orang peneliti yang secara ekstensif membahas tipe-tipe pelatih,

0 komentar:

Poskan Komentar

Pelatih

Foto Saya
Berikanlah Kata Terbaik Dalam Hidup

Filosofi


"Jika Kami Menang hari Senin nanti, keesokan hari adalah Selasa. Dan Jika Kami Kalah hari Senin, hari berikutnya juga Selasa" JS


FUTSAL

FUTSAL
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / Kepelatihan

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger